INTEGRASI ANTARA PEMBELAJARAN MATQUHADS SEBAGAI SARANA TAZKIYATUN NAFS

 

Oleh: Donny Osmon

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

 

Manusia adalah makhluk dwi dimensi dalam tabiatnya, potensinya, dan dalam kecenderungan arahnya. Ini karena ciri penciptaannya sebagai makhluk yang tercipta dari tanah dan hembusan ilahi, menjadikannya memiliki potensi yang sama dalam kebajikan dan keburukan, petunjuk dan kesesatan. Manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dia mampu mengarahkan dirinya menuju kebaikan atu keburukan dalam kadar yang sama. Al-Quran menyeru manusia untuk mengamati dirinya dan juga untuk menyucikannya. Diri manusia rentang pada setiap perubahan yang terjadi, umumnya perubahan yang negatif. Al-Qur’an memrintahkan manusia untuk menjaga dirinya hingga ia terbingkai oleh fitranya. Menjaga diri disini mencakup menjaga fisik dan juga jiwa dari semua penyakit yang kerap menganggu. Al-Qur’an telah memberikan ekspresi tertinggi pada diri manusia. Hal ini tampak jelas dari tujuan penting ajaran Islam yakni menjaga diri (eksistensi) manusia yang ditempuh dengan selalu menyucikan jiwanya (Tazkiyatun Nafs) melalui proses pendidikan sejak dini. 

Pendidikan merupakan proses pembinaan manusia secara jasmaniah dan rohaniah. Artinya, setiap upaya dan usaha untuk meningkatkan kecerdasan anak didik berkaitan dengan peningkatan kecerdasan intelegensi, emosi dan kecerdasan spritualitasnya. Anak didik di latih jasmaniah untuk terampil dan memiliki kemampuan atau keahlian profesional untuk bekal kehidupannya di masyarakat (Hasan Basri, 2009 :54). 

Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur kemampuan manusia, jadi pendidikan memang sangat dibutuhkan bagi manusia, berarti dalam proses belajar mengajar pendidikan harus bisa mengasah kemampuan siswanya agar anak-anak mempunyai kemampuan yang baik dalam pendidikannya. Mengingat kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, maka peran pendidik diawali dengan penyelenggaraan kegiatan belajar dan pembelajaran yang kondusif di kelas. Ini hanya dapat diwujudkan jika pendidik memiliki wawasan dan kompetensi yang diperlukan sesuai dengan tuntunan tugasnya. 

Salah satu tujuan Pendidikan dituangkan pada mata pelajaran Qur’an Hadits. Mata pelajaran Al-Qur;an Hadits di Madrasah merupakan mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh para siswa, tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari dan mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber utama dalam pembelajaran Islam dan sekaligus menjadi pegangan hidup. Sedangkan dalam pembelajaran Matematika selalu ditekankan sebagai sarana berpikir ilmiah untuk menumbuhkan kecakapan hidup. Maka dari itu penulis ingin membahasnya secara lebih mendalam melalui Essay yang berjudul Integrasi antara Pembelajaran MATQUHADS sebagai sarana Tazkiyatun Nafs. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka perlu dikaji bagaimana mengenalkan Matematika Terintegrasi dengan Al-Qur’an Hadits sejak dini. 

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Tazkiyatun Nafs

Tazkiyatun Nafs yaitu suatu proses penyucian jiwa manusia dari kotoran-kotoran, baik kotoran lahir maupun batin, dapat diartikan bahwasannya tazkiyatun nafs sebagai upaya penyucian jiwa dari ikatan nafsu, riya’ , munafik serta keburukan sifat lainnya, sehingga jiwa manusia menjadi lebih bersih, tenang dan semakin dekat dengan Allah SWT. Tazkiyatun nafs merupakan suatu proses yang mampu meluruskan kembali jiwa yang menyimpang dari perbuatan tercela, membuat manusia terhindar dari penyakit-penyakit jiwa dan mampu membersihkan dirinya dari sifat-sifat buruk seperti halnya siswa diajarkan untuk menghilangkan sifat riya’, iri, dengki, hasud, sombong, takabbur, cinta akan dunia, ghibah dan lainnya, sehingga membuat siswa memiliki hati yang bersih dan selalu mengingat Allah

2.2 Integrasi Matematika di dalam Ilmu Agama Islam (Al-Qur’an Hadits)

Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mengintegrasikan matematika dengan Islam agar yaitu terlebih dahulu mengetahui apa itu matematika dan bagaiaman sifatnya. Istialh Matematika berasal dari Bahasa yunani, mathein dan mathenem yang berararti mempelajari. Kata Matematika berkaitan erat dengan kata sansekerta, medha atau widya yang artinya kepandaian, ketahuanatau intelegensi. Menurut Johnsonda Rising matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logis. Untuk mempelajari matematika selain mengetahu definisi matematika akan lebih baik jika dikaji terlebih dahulu sifat-sifat atau karaktersitik matematika itu sendiri. Sifat atau karakterstik dari matematika yaitu objek matematika abstrak, simbol yang kosong dari arti, kesepakatan dan pemikiran deduktif aksiomatik. Keberadaan simbol ini memberikan peluang yang besar kepada matematika untuk digunakan dalam berbaai ilmu dan kehidupan nyata. Sepetti contoh simbol 1, 2, 3 4 dan seterusnya tidak memiliki makna apa-apa, akan tetapi ide bialnan 1, 2, 3 dan seterusnya ada di alam ide seperti banyaknya benda yang memiliki oleh seseorang berjumlah 2 dan sebagainya. 

Dalam perspektif islam, pendidikan yang diberikan kepada anak harus integral. Tidak hanya mendidik satu sisi saja lalu mengabaikan sisi yang lainnya. Anak harus dididik untuk menjadi mansuia yang kuat iman dan ibadahnya serta bagus akhlaqnya dan pada saat yang sama harus juga di didik untuk menjadi anak yang pintar, anak yang sehat, anak yang kuat dan anak yang terampil. Berawal dari kajian yang dilakukan oleh penulis terkait tentang kedua bidang (Matematika & Qur’an Hadits) di Madrasah yang mempunyai peran penting dalam menjadikan siswa-siswi bernalar kritis, berakhlak baik serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang ada dalam kehidupan sehari-sehari. Bahkan melalui perlombaan yang di helat oleh Kemenag sejak mulai tahun 2012 dengan nama  KSM (Kompetisi Sains Madrasah) mempunyai visi dan misi yang luar biasa dalam memadukan / mengintegrasikan berbagai bidang keilmuwan. Alangkah baiknya jika mulai sejak dini siswa – siswi diajarkan bagaiaman Matematika dan Qur’an Hadits bisa saling berdampingan untuk mengisi kajain ilmu melalui Inegrasi Pembelajaran di Sekolah.

Kajian Ilmu antara kedua bidang tesebut sangat memungkinkan untuk di integrasikan bahkan penulis sangat yakin keduanya merupakan perpaduan yang sangat erat sebagai sarana untuk mensucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) dan membentuk siswa-siswa dengan nalar yang bersih (kejernihan nalar). Sebagai contoh di dalam Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah setiap siswa akan mempelajari matematika dalam materi : Bilangan, Aljabar, Geometri, Kombinatorika dan Kapita Selekta (Pemecahan masalah kontekstual) sedangkan di bidang Agama khususnya Qur’an Hadist siswa akan menerima materi tentang sikap/perilaku sehari-hari yang sesuai dengan isi kandungan Al-Qur’an dan Hadits, Hukum-hukum bacaan dalam Al-Qur’an, Kekuasaan Allah dalam menciptakan dal lain sebagainya.

Adapun dampak positif dalam pembelajaran ini antara lain : (1) Siswa akan selalu berusaha semaksimal mungkin bersikap jujur, cermat & sederhana [Konsep Bilangan], (2) Siswa akan memiliki sikap konsisten dan sistematsi terhadap aturan-aturan [Konsep Kesepakatan], (3) Siswa akan ditanamkan sika adil [Konsep Prinsip Keadialn dalam operasi hitung], (4) Siswa akan mempunyai sikap tanggungjawab [Proses pembuktian secara Induktif maupun Deduktif] dari dampak positif tersebut inilah Integrasi MatQuHads dapat diterapkan dengan berbaai cara yaitu 

(a) Menyebut nama Allah untuk memulai belajar

(b) Sebelum memulai belajar di tradisikan utnuk mengawali dengan membaca Basmalah dan berdo’a dan ditutup atau diakhiri dengan hamdallah 

(c) Penggunaan ornament islam dalam geometri

(d) Penggunaan istilah dan nama-nama islam dalam himpunan

Jadi dalam pemeblajaran MatQuHads sangat penting untuk membentuk pribadi yang berkualitas. Jika dapat mengintegrasikan Islam dari setiap konsep matematika tentunya akan lebih mudah mengembangkan dalam setiap prose pembelajaran.

Masih banyak cara-cara dapat dilakukan untuk mengajarkan matematika terintegrasi Islam kepada anak. Hal ini yang terpenting adalah setiap pembelajaran hendaknya memberi manfaat kepada anak. Pengintegrasian konsep matematika dengan Islam sangat penting diterapkan sebagai cara pembentukan karakter moral dan akhaq anak. Selain itu, perlu dikembangkan secara terus menerus analisis materi matematika dengan mengaitkan ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an yang merupakan sumber dari segala sumber ilmu yang dapat diambil hikmah dan pelajarannya oleh setiap manusia melalui matematika sehingga nantinya kejernihan nalar (Tazkiyatun Nafs) dapat di capai. 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN 

Integrasi dari mata pelajaran merupakan cara yang bisa dilakukan untuk membentuk pribadi yang berkualitas tentunya dengan pengembangan dalam setiap proses pembelajarannya. Namun, sayangnya pembelajaran Matematika dan Pendidiakn Islam (Al-Qur’an Hadits) di sekolah – sekolah dasar masih berdiri sendiri (sesuai dengan kurikulum) sedangkan dalam penerapan yang seharusnya keduanya bisa berdampingan untuk saling mengisi bidang keilmuwan. 

Semisal anak sejak dini menyebut nama Allah untuk memulai belajar, penggunaan kalender hijriyah dalam pengenalan konsep angka, penggunaan ornament Islam dalam geometri, penggunaan istilah dan anam-nama Islam dalam himpunan dan penggunaan meteode bermain pada aljabar dan masih banyak lagi yang bisa dikembangkan dari Integrasi MatQuHads tersebut sebagai sarana penunjang untuk mencapai Tazkiyatun Nafs (Kejernihan Nalar). 

Penulis mengharapkan hasil kajian tentang Integrasi ini dapat dijadikan pendidik dalam melaksanakan konsep Tazkiyatun Nafs berdasarkan Matematika, Qur’an dan Hadits (MatQuHads). Kalaupun masih ada alternatif lain yang lebih baik maka hal itu dapat dijadikan masukan atau tambahan agar essay ini terus berkembang dan bermanfaat di kemudian hari. Aamiin.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Abdysysyakir. Ada Matematika dalam Al-Qur’an. Malang : UIN Malang Pres, 2006

Ali, Muhammad Daud, Pendidikan Agama islam, Jakarta : Rajawali, 2008

Alwi, dan Hasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 2002

Fathani, dan Abdul Halim. Matematika Hakikat dan Logika. Yogyakarta: Ar-Ruzz media, 2009

Fahrudin. Tasawuf  Upaya Tazkiyatun Nafs sebagai jalan mendekatkan diri kepada Tuhan, 2014

87 Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *