MENGEMBANGKAN KOMPETENSI MASA DEPAN MURID

oleh ; Marzuki

MENGEMBANGKAN KOMPETENSI MASA DEPAN MURID Universitas Qomaruddin Fasilitator Sekolah Penggerak, Gresik, 28 September 2023.

Kita sebagai pendidik seringkali membicarakan kompetensi murid. Akan tetapi ketika diminta memberikan contoh apa saja kompetensi murid? Mulai keteteran. Sejatinya juga tidak begitu paham. Andaikan dapat memberikan contoh dapat dipastikan cara menjawabnya tidak jelas. Baik tidak jelas artikulasinya, konsepnya, maupun substansinya. Ketidakjelasan cara menjawab merupakan taktik agar tidak jelas kalau jawabannya salah. Cara demikian ini termasuk cerdas. Jadi orang cerdas terkadang tidak jelas.

Saat ditanya, bapak ibu ketika mengajar sebenarnya untuk masa sekarang ataukah untuk masa depan? Dapat dipastikan menjawabnya serentak untuk masa depan murid. Keren. Jika ditanya lagi, kompetensi apa yang dibutuhkan untuk masa depan murid? Mulai bengong _(speechless),_ tidak bisa berkata-kata, andaikan memaksakan menjawab, biasanya jauh api dari panggang. Ternyata juga tidak mudah menarasikan maksud dan tujuan. Sekian banyak keinginan juga sekian banyak yang sulit diungkapkan, apalagi ditulis, tambah sulit lagi.

para pendidik sudah banyak tahu kompetensi yang diperlukan untuk masa depan murid. Akan tetapi sulit menyatakannya. Saya mencoba membantu merangkai kompetensi untuk masa depan murid minimal ada enam, antara lain; (1) berkarakter, (2) bernalar kritis, (3) kreatif, (4) kolaboratif, (5) komunikatif, dan (6) terampil memecahkan masalah. Jika keenam kompetensi ini dikuasai dan dimiliki murid diharapkan dapat menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Seseorang yang menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat dapat hidup layak di masa mendatang.

*Pertama, Berkarakter* Berkarakter termasuk kompetensi sikap. Secara gamblang karakter murid yang dapat dikembangkan pendidik, antara lain; beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia; jujur; tanggung jawab; peduli; simpati; empati; suka menolong; menghormati yang lebih tua; menyayangi yang lebih muda; ulet; Tangguh; dst. Pendidik dapat memfasilitasi melalui pembelajaran agar murid makin beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, makin jujur, makin tanggung, jawab, dst. Pendidik berusaha agar murid menjadi makin tangguh, tahan banting, sekali jatuh dapat bangun, dan bangun lagi sampai sukses. Karakter ini sungguh diperlukan untuk masa sekarang dan masa depan. Pertanyaannya, kegiatan pembelajaran seperti apa yang dapat menumbuhkan, menguatkan, meningkatkan dan sampai murid berkarakter?

*Kedua, Bernalar kritis* _*(Critical thinking)*_ Bernalar kiritis termasuk kompetensi abad 21. Bernalar kritis dimaknai sebagai kemampuan menalar, memahami, dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antar sistem; menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Murid terus diasah kemampuannya agar dapat memahami sebuah masaalah yang rumit, menghubungkan informasi satu dengan informasi yang lain sehingga memunculkan berbagai prespektif, dan menemukan solusi dari setiap permasalahan. Bernalar kritis terdiri atas kemampuan memahami (Marzno, 2000; Tighe & Wiggins, 2005), menganalisis, dan mengevaluasi (Bloom, Anderson, & Krathwohl, 2001). Pertanyaannya, kegiatan pembelajaran seperti apa yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar kirits, dan daya kritis murid?

*Ketiga, kreatif* _*(Creativity)*_ Kreatif dapat dinyatakan sebagai kemampuan atau keterampilan berpikir kreatif _(Creative thinking)._ Berpikir kreatif adalah kemampuan atau keterampilan berpikir yang dimiliki murid dan dapat mengarahkan individu tersebut pada pemikiran yang penuh dengan kreativitas sehingga dirinya mampu menciptakan sesuatu yang baru dan karya unik yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Berpikir kreatif merupakan kompetensi dasar dari inovasi. Pada saat membuat inovasi, maka kompetensi yang diperlukan adalah kemampuan atau keteramlilan berpikir kreatif. Pada Kurikulum 2013, inovasi sebagai manifestasi berpikir kreatif dikenal dengan istilah ATM dan N3. ATM yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Modikasi inilah bentuk dari inovasi. Jika tidak dapat membuat suatu yang baru, paling tidak kita dapat melakukan modifikasi. N3 adalah “Niteni, Nirokke, dan Nambahi” (Bahasa Jawa). Nambahi ini termasuk inovasi yang merupakan buah dari kreativitas. Jika tidak dapat membuat yang baru, paling tidak kita dapat menambahkan sesuatu yang baru dari yang sudah ada. Hal ini sudah merupakan inovasi. Pertanyaannya, kegiatan pembelajaran seperti apa yang dapat meningkatkan kemampuan atau keterampilan berpikir kreatif dan dapat mewujudkannya menjadi inovasi-inovasi baru?

Dari ketiga kompetensi di atas, perlu disikapi dengan baik. Mengingat ketiga kompetensi yang sudah dijabarkan merupakan kompetensi yang harus dikuasai dan dimiliki murid sebagai bekal hidup layak di masa depan. Sekali lagi pertanyaannya, kegiatan pembelajaran seperti apa yang dapat membentuk karakter, meningkatkan keterampilan bernalar kritis, dan kreatif? Selama ini masih banyak terjadi *los dol* (Bahasa Jawa) atau pembiaran, yaitu *ketidaknyambungan atara tujuan pembelajaran (TP) dan kegiatan pembelajaran*.

Seringkali kita membiarkan pendidik menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pada Kurikulum 2013 atau MA (Modul Ajar) pada Kurikulum Merdeka terjadi “los dol” antara tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat terjadi karena pendidik dan yang memeriksa RPP atau MA, sama-sama tidak tahu, dan tidak paham. Karena sama-sama tidak tahu dan tidak paham, akhirnya mengalir sampai jauh los dol-nya. Jadi sangat parah dan parah sekali. Hal ini merupakan tugas kita bersama untuk mengurangi los dol.

Semoga kita sebagai pendidik dan pinpinan di satuan pendidikan terus dapat berikhtiar semaksimal mungkin meningkatkan layanan pengembangan potensi murid sampai menjadi kompetensi. Kompetensi yang dimaksud tidak hanya meningkat, akan tetapi murid menjadi _expert,_ ahli, dan pakar. Allahumma aamiiin.

Salam RVL

Salam Sehat

Salam Telelet

Salam Literasi

Salam Bahagia

Gresik, 28 September 2023.

121 Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *