Pesan Gubernur Jawa Timur Pada LP Maarif NU

64 Pembaca

Batu; Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa secara resmi menutup agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penutupan berlangsung di Ken Dedes Resto, Jalan Diponegoro, Mojorejo, Junrejo, Kota Batu, Ahad (28/08/2022) malam.

Dalam kesempatan ini, perempuan yang juga salah satu Ketua PBNU itu menyampaikan, saat ini sudah saatnya LP Ma’arif NU melakukan percepatan penyesuaian atau beradaptasi dengan kondisi global.

“Karena lembaga pendidikan itu menjadi pintu masuk dari berbagai hal. Hal itu untuk meningkatkan kontribusi NU, baik pada proses penataan kehidupan masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia,” kata Gubernur Khofifah.

Di era digitalisasi yang semakin berkembang, ia mengingatkan agar LP Ma’arif NU tetap menguatkan peserta didik terkait pengetahuan Islam moderat, Islam toleran, dan Islam wasathiyah.

“Tentu saya berharap adanya proses penguatan dan percepatan adaptasi dari berbagai proses yang sangat dinamis perubahannya, terutama karena perubahan ekosistem digital di berbagai sektor,” tambahnya.

Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU tersebut juga mengapresiasi langkah LP Ma’arif NU yang telah meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Ma’arif Bermartabat Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan, Perundungan, dan Intoleransi (P2KPI).

“Komitmen yang dibangun dalam Rakernas ini menjadi penting, karena proses pendidikan ada tarbiyah, tadris, ta’lim, dan ta’dhib, yaitu membangun proses yang makin berdadab,” jelasnya.

Maka, sudah saatnya mensinergikan program LP Ma’arif NU dan Pergunu. Hal tersebut agar ada pertemuan pemikiran di antara keduanya yang diwujudkan dalam program-pogram strategis.

“Harus ada pertemuan pemikiran program Ma’arif NU dan Pergunu, harus dilakukan secara programatik dan sistematik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PBNU H Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, Rakernas pada dasarnya dilaksanakan untuk menata mekanisme organisasi dalam melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang dilakukan.

“Kita mencoba merancang khidmah kita di ruang pendidikan. Kami juga meluncurkan gerakan satgas yang berisi Ma’arif bermartabat, yang pada dasarnya berkeinginan melakukan proses Satgas P2KPI di Satuan Pendidikan LP Ma’arif NU,” tutup Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI itu.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *