iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas

Maarif Wilayah Pendampingan Literasi di Babat Lamongan

11 Pembaca
Diskusi antara PW Maarif dan Fasda saat kegiatan pendampingan program literasi di Babat Lamongan.
Diskusi antara PW Maarif dan Fasda saat kegiatan pendampingan program literasi di Babat Lamongan.

Lamongan, maarifnujatim.or.id – Rabu (17/11/21) PW Maarif menggelar kegiatan pendampingan kepada Fasilitator Daerah (Fasda) PC Maarif Babat sebagai kelanjutan program kerjasama INOVASI dan Maarif Jatim.

Hadir dalam acara ini, Faqih Arifin (Wakil Ketua Maarif Jatim), Sunan Fanani (Manager program INOVASI Maarif Jatim), Fasda literasi dan PC Maarif Babat.

Dalam kegiatan pendampingan ini, setiap fasda diharapkan melaporkan hasil pendampingan yang sudah dilakukan pada guru madrasah sasaran akan materi yang sebelumnya diberikan pada waktu kegiatan penguatan.

Kegiatan pendampingan ini diagendakan sebagai review dengan harapan akan selalu ada perbaikan dan inovasi jika nantinya ditemukan kekurangan dalam penerapan pembelajaran literasi yang sudah disampaikan oleh fasda kepada guru madrasah sasaran.

Semisal Arif, salah satu fasda menemukan salah satu pengajar yang sistematika penyampaian materi pelajarannya tidak urut dan guru cukup dominan, tapi dari segi media pembelajaran yang digunakan sudah cukup banyak.

Imam fasda lainnya juga mendapatkan temuan terkait beberapa guru yang masih belum bisa menyerap materi pelatihan secara baik dan belum bisa menerapkan skenario pembelajaran seperti apa yang sudah disampaikan ketika pelatihan ketika menerapkannya ke peserta didik.

Suradi menambahkan, ketika melakukan pendampingan di kelas menemukan beberapa anak yang masih ditemani oleh orang tuanya di dalam kelas ketika proses belajar mengajar. Sehingga perlu adanya tindakan dari fasda atau sekolah untuk memberikan sikap atau solusi.

Di akhir acara, Sunan menyampaikan kepada para fasda sebisa mungkin memberikan pemahaman kepada guru madrasah sasaran agar mengoptimalkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar sehingga nantinya para peserta didik juga cukup mudah menemukannya serta mempelajarinya semisal sayur mayur.

Sunan juga mengingatkan kepada para fasda akan pentingnya pre-test dan postest sebagai salah satu acuan atau indikator kemajuan anak didik.

Sebagai tambahan, pada tahun ini  Maarif Babad menerima pendampingan program literasi hasil kemitraan antara INOVASI dan Maarif NU Jatim.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *