iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas

Kondisi Sakit, Daffa Raih Medali Emas Olimpiade Aswaja dan Ke NU an Tingkat Jawa Timur

52 Pembaca


Lamongan-Paciran; Mahatma Falihuddin Daffa siswa kelas XII jurusan Keagamaan MA Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan mampu meraih medali emas putra dalam ajang Olimpiade Aswaja dan ke NU an Tingkat Jawa Timur pada 19/9/2021.
Acara yang di gelar oleh PW Ma’arif NU Jawa timur dalam rangka Peringatan Harlah LP Ma’arif NU ke 92 ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan untuk mengasah kreatifitas siswa dan menjaga aqidah ahlusunnah wal jamaah (aswaja) serta penanaman wawasan keNUan bagi siswa tingkat SLTA dan santri pondok pesantren di lingkungan Nahdltul Ulama Jawa Timur.
Daffa cah Tunggul Paciran sapaan siswa yang juga sebagai Duta Pelajar MA Tarbiyatut Tholabah itu mulai babak pertama penyisihan sempat diragukan keikutsertaanya karena dalam kondisi sakit setelah muntah darah beberapa hari sebelumnya.

Daffa saat mengerjakan soal olimpiade aswaja dan Ke NU an tahun 2021

Orang tua Daffa bapak Imam Muhyidin sempat mengizinkan untuk memeriksakannya ke Rumah Sakit di kota Lamongan. Alhamdulillah malam itu juga diperiksakan ke dokter di wilayah paciran saja, sehingga paginya masih bisa mengikuti olimpiade di babak penyisihan sampai selesai dan masuk dalam 92 finalis.
Meskipun dalam masa penyembuhan, Daffa tetap semangat belajar dan menjalani babak Final dengan menyelesaikan 100 soal dalam waktu 81 menit.

Keseluruhan materi olimpiade ini menggunakan buku rujukan yakni buku “Aswaja dan KeNUan” Penerbit PW LP Ma’arif NU Jawa Timur dan Buku Aswaja Pedoman Untuk Pelajar, Guru dan Warga NU Karya Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA Penerbit Emir Cakrawala Islam. Sementara 2 delegasi putri masih belum beruntung, sehingga hanya mampu menempati peringkat 10 terbaik.

Peringatan hari lahir LP Maarif NU ke 92 ini sebagai pengingat bahwa Lembaga Pendidikan ini oleh PBNU di sahkan sebagai organ gerak dibidang pendidikan pada Muktamar NU ke 4 di Semarang. Di awali dengan perintah Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari agar membuat kelembagaan yang mewadahi dan menangani bidang pendidikan. selaim itu peran KH Wahab Chasbullah memberikan pemikiran agar inovasi dalam pendidikan yang dirintis oleh KH A Wahid Hasyim dapat diterapkan sehingga dapat meningkatkan kualitas rakyat dalam hal pendidikan.

Maka diutuslah KH A Wahid Hasyi, KH Mahfudz Siddiq dan KH Abdullah Ubaid pada awal september 1929 di kantor Hoof Bestur Nahlatul Oelama (HBNO) saat ini JL Kawatan Surabaya untuk merumuskan draft yang diajukan dalam Muktamar ke 4 di semarang tersebut. (CRK)

About The Author

Related posts

3 Comments

  1. Cak Rul

    Barokallah… Mugi2 sukses slalu mas Daffa..
    Ndang segera sembuh.

    Terima kasih PW Ma’arif NU jatim, mudah2an terlaksana kegiatan2 lain dalam rangka untuk meningkatkan prestasi siswa.

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *