iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas

Harlah Maarif NU ke-92, Yai Marzuki: Pentingnya Menjaga Amanah dan Peningkatan Mutu SDM

20 Pembaca
K.H Marzuki Mustamar (Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim)) saat memberikan mauidloh pada acara Harlah LP Maarif NU ke-92 di Gedung K.H Hasyim Latif PWLP Maarif Nu Jatim.
K.H Marzuki Mustamar (Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim)) saat memberikan mauidloh pada acara Harlah LP Maarif NU ke-92 di Gedung K.H Hasyim Latif PWLP Maarif Nu Jatim.

Surabaya – maarifnujatim.or.id – Pengurus Wilayah LP Maarif NU Jawa Timur menggelar resepsi Hari Lahir (Harlah) LP Maarif NU ke-92 di gedung pertemuan Lt.4 graha Maarif Jatim pada Sabtu (18/09/21).

Turut hadir dalam acara tersebut, KH Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri, pengurus wilayah, pengurus cabang, dan beberapa guru berprestasi yang nantinya akan mendapatkan program beasiswa S2 di Unisma.

Mengawali acara harlah, Yai Marzuki dalam mauidlohnya berpesan kepada semuanya yang hadir agar kembali ke khittah, dalam artian benar-benar berniat dalam mendidik, berjuang, dan dalam menjadi guru. Perkara Allah memberi tugas lain, jangan sampai membuat terbengkalai tugas kemaarifan atau tugas kependidikan.

Lebih lanjut, pengasuh PP Sabilurrosyad Gasek Malang ini menuturkan bahwasannya kalaupun orang setelah mati harus putus semua amalnya, tidak bisa menambah amalnya kecuali sodaqoh jariyah, anak sholeh yang mendoakannya, dan ilmu yang bermanfaat, menurut beliau dari tiga jenis amal jariyah yang pahalanya mengalir terus dan paling awet adalah ilmu. Oleh karena itu, pilihan berkecimpung di ilmu itu pun luar biasa dan jangan pernah menganggap ada tugas lain yang lebih mulia daripada tugas ta’lim.

Meskipun bahwa sejatinya Allah sendiri yang menyatakan akan mendidik seluruh makhluk. Tapi, nyatanya di lapangan njenengan yang jadi mandataris Allah untuk mendidik anak. Artinya kulo panjenengan niki dipercaya Allah mewakili Allah, tidak ada tugas lain yang mulianya melebihi mewakili tugas Allah. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kepercayaan ini, jangan khianati kepercayaan ini, jangan ditelantarkan.” Tegas Yai Marzuki.

Selain menjaga amanah dari Allah sebagai seorang guru, kyai kelahiran Blitar ini juga mengajak kepada semua yang hadir agar menjaga branding Nahdlatul Ulama (NU) serta menjaga kualitas ke-NU-an mulai dari guru, manajemen sekolah, sampai dengan pengurus jangan sampai kesusupan pihak atau aliran lain. Beliau juga menghimbau kepada tamu undangan agar menjaga kepercayaan publik, kepercayaan dari negara, administrasi tertib, laporan juga beres baik kepada negara dan kepada Allah.

Selain berpesan tentang amanah, beliau juga berpesan tentang pentingnya peningkatan mutu. Oleh karena itu, “LP Maarif NU jangan main-main dengan melahirkan SDM yang unggul, SDM yang sehat, SDM yang pinter, SDM yang berintegritas tinggi, SDM yang pengabdiannya khidmahnya juga luar biasa. Mereka nantinya yang akan memuaskan masyarakat, dipercaya masyarakat, output kita senantiasa dipakai dimana-mana“. Jelas penyusun kitab al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat.

Sebelum menutup maidlohnya, Yai Marzuki yang juga menjabat sebagai ketua PWNU Jawa Timur, memberikan nama pada ruang pertemuan yang terletak di lantai 4 Graha Ma’arif NU Jatim yakni Gedung KH Hasyim Latif.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *