PBNU Join Monitoring Program Literasi di Madrasah Sumenep Madura

19 Pembaca
Dewi Kurnia saat memaparkan hasil Join Monitoring di hadapat guru, kepala madrasah, PC NU dan PBNU di Ponpes Tanwirul Hija Lenteng Sumenep Sabtu 29/11/2019

Sumenep-Lenteng : Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan joint monitoring pelaksanaan program Literasi yang dilakasanakan oleh PC LP Maarif NU Kabupaten Sumenep yang dipusatkan di MWC LP Maarif NU Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep pada Sabtu 29/11/2019

Hadir pada acara tersebut ketua PBNU bidang pengembangan kawasan timur Indonesia Habib Salim Al Jufri, LP Maarif NU Pusat KHZ Arifin Junaidi dan Drs Harianto Oghi, Inovasi Jakarta Dewi Kurnia dan Abdul Munir dalam satu rombongan dengan sasaran madrasah di lingkungan LP Maarif NU binaan cabang Sumenep yakni MI Butanul Ulum, MI An Najah dan MI Tanwirul Hija.

Pada kesemopatan tersebut KH. Zainal Arifin Junaidi Ketua LP Maarif NU Pusat, mengaku salut terhadap program inovasi yang dilaksanakan di sejumlah lembaga pendidikan khususnya pada kelas awal. Bahkan, dalam kunjungannya ke sejumlah lembaga seperti di Kabupaten Sumenep, ternyata hasilnya sangat membanggakan dan melebihi espektasi yang diharapkan.

Kami melihat pembelajaran yang dilakukan Inovasi di tiga Kabupaten yakni Sidoarjo, Pasuruan dan Sumenep pembelajaran sangat menyenangkan,” ungkap Zainal Arifin saat melakukan Monitoring Visit Inovasi dan LP Ma’arif NU di MI An-Najah Desa Ellak Daya, MI Tanwirul Hija Desa Cangkreng dan MI Bustanul Ulum di Kecamatan Lenteng serta Kabupaten Sumenep

Sementara Ketua PBNU, Dr. Moh. Salim Al-Djufri, M.Sis.I, mengungkapkan, penerapan pembelajaran literasi seperti yang dilaksanakan di kelas awal di madrasah yang dikunjunginya, baik di Sidoarjo, Pasuruan dan saat ini Kabupaten Sumenep, pelaksanaannya sangat berkesan.

“Melihat perubahan yang signifikan dalam pembelajaran Inovasi, ke depan akan menjadi tantangan bagi madrasah lainnya. Bahkan, di LP Ma’arif ada sekitar 48 ribu madrasah di Indonesia yang akan melaksanakan pembelajaran yang sama, di tempat yang jauh di ujung pulau madura LP Maarif NU memberikan harapan pasti akan kemajuan pendidikan dikalangan Nahdlatul Ulama” tandasnya.

Senada dengan kedua tokoh diatas Sekretaris LP Maarif NU Pusat Drs Harianto Oghi menyampaikan, Sangat salut dan apresisasi yang luar biasa atas kerja keras LP Maarif NU Sumenep dan PW LP Maarif NU Jawa Timur dalam mengembangan pembelajaran literasi di kelas awal ini. Meski di daerah yang sangat jauh dari pusat ibukota tetapi semangat untuk menyongsong 1 abad Nahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan LP Maarif NU Sumenep sangat siap dan akan menjadi rujukan kabupaten dan kepulauan di daerah Madura ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Hija Desa Cangkreng KH. Ach. Dumairi, mengaku sangat berterima kasih kepada LP Ma’arif dan Tim Inovasi, yang telah memberikan kesempatan lembaganya MI Tanwirul Hija menerapkan pembelajaran Inovasi untuk kelas awal, karena memang dirasakan manfaatnya, baik guru maupun siswa.

Program yang hanya berjalan selama 4 bulan ini memberikan dampak yang luar biasa tidak hanya guru kelas awal melainkan wali murid, siswa, pesantren dan bahkan apresiasi pemerintah melalui kementrian agama dan dinas pendidikan kabupaten Sumenep atas program yang sangat luar biasa ini.

Dalam waktu dekat PC LP Maarif NU Kabupaten Sumenep akan mendesiminasikan program ini ke madrasah di kecamatan lain seperti MWC LP Maarif NU Gapura dan Kecamatan Guluk-guluk dan lain sebagainya. dalam waktu dekat Ujian Akhir Maarif NU (UAMNU) juga akan dilaksanakan dengan menggunakan berbasis komputer dan smartphon. (Put)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *