Tantangan LP Maarif NU dan Prestasi Siswa Era Milenial

14 Pembaca

 

Oleh : Titin Shofia, S.Kom (Guru SMA Hasyim Asy’ari 1 Pucuk Lamongan)

Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) merupakan salah satu lembaga di Nahdlatul Ulama yang dibentuk sebagai departementasi NU dalam bidang pendidikan. Lembaga ini merupakan wadah bagi sekolah dan madrasah formal dibentuk pada Muktamar tahun 1929, tepatnya tanggal 19 September 1929 M / 14 Robi’ul Tsani 1347 H.

Bulan september ini masa khidmat LP Maarif NU telah sampai pada 90 tahun. Suatu prestasi yang menorehkan bukti sejarah untuk membuktikan kemampuan manajerial yang bertahan (survival) dan semakin mengokohkan prestasi kelembagan serta menghasilkan sumber daya manusia unggul hingga era generasi industri 4.0 ini

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pola pendidikan saat ini. Dalam perkembangan selanjutnya kita telah sampai pada revolusi industri generasi keempat. Perubahan ini ditandai dengan hadirnya teknologi mutakhir terutama teknologi tanpa batas. Tentunya banyak tantangan dan permasalahan yang akan muncul bagi LP Maarif NU di masa kini dan yang akan datang.

Perhatiannya pasti akan menyorot atas perbaikan pada kemampuan sumber daya manusia, yang mau tidak mau harus merekayasa agar pendidikan dapat dapat sejalan dengan perkembangan kebutuhan manusia. Hal yang paling fundamental adalah mengubah mindset dan karakter pegiat pendidikan di NU dalam mengembangkan skill untuk melek teknologi dalam menghadapi tanytangan industri 4.0.

Untuk itu sekolah diharapkan mampu menciptakan dan membangun pembelajaran yang aktif dan berbasis teknologi dalam proses pembelajaran seperti mengenal e-learning, evaluasi berbasis teknologi digital, e-book bahkan administrasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sebagai penunjang keberhasilan prestasi siswa.

Maka tuntutan yang seperti ini akan mengharuskan sekolah dan madrasah harus mampu menciptakan kegiatan pengembangan diri yang juga memfasilitasi anak didik untuk dapat mengasah perkembangan diri secara simultan dan berkesimbangun

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu LP Maarif NU mempersiapkan berbagai hal salah satunya melatih para pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan skill yang dibutuhkan oleh sekolah dan madrasah saat ini.

Capaian yang lain dapat dilakukan dengan dibuktikan dengan meningkatkan kemampuan madrasah dalam mendesain sistem public relation sebagai upaya branding school. maka semakin nyata hasil pendidikan di LP Maarif NU akan semakin dipercaya oleh masyarakat dalam menghadapi persaingan global.

Anak didik LP Maarif NU akan memiliki motivasi yang semakin kuat dan merasa bangga karena budaya organisasi dapat menjadikan semakin memahami tantangan dan kebutuhan masyarakat. Salah satu faktornya pendidikan di LP Maarif NU adalah model pendidikan yang memadukan antara model pesantren dengan pendidikan modern, diantaranya model Diniyah yang mengajarkan metode sumber pustaka kitab kuning dan moralitas yang terbangun oleh kesadaran faham ahlusunnah wal jamaah.

Sikap disiplin yang ditanamkan anak didik LP Maarif NU juga melalui kegiatan membangun soft skill melalui pengembangan diri. Inilah upaya pembentukan prestasi kedisplinan jiwa-jiwa milenial diantaranya melalui seni ilmu bela diri yang dimiliki NU yaitu Pencak silat Pagar Nusa.

Selamat Harlah ke 90 LP Maarif NU semoga dapat lebih maju dalam mengemban amanah ini

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *