Antisipasi Stress Masa Remaja MA Maarif Rejoso Belajar Rehabilitasi

Siswa MA Maarif Rejoso saat menerima pengarahan dari kepala panti rehabilitasi Bina Laras Pasuruan

Pasuruan-Grati; Konsep pendidikan menurut Imam Ghozali adalah proses memanusiakan manusia. Hal ini dipandang  bahwa  siswa dapat belajar secara alamiah berasal dari kesadaran  dirinya sendiri dan lingkungan yang mengantarkannya  untuk menjadi insan yang kamil. Hal ini senada dengan teori belajar humanistic yang disampaikan oleh beberapa tokoh antara lain David Kolb (experiental learning theory) yang membagi tahapan belajar siswa terbagi  menjadi empat mulai dari tahapan konkret, pengalaman aktif-reflektif, konseptualisasi dan ekperimentasi aktif.

Konsep belajar humanistik tersebut coba diaplikasikan MA Ma’arif Rejoso, Kabupaten Pasuruan pada  Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama). Pada kegiatan Matsama  tahun  ini mempunyai banyak kegiatan yang berbeda di setiap sesinya. Mulai dari bela Negara, wiyata mandala, ke-Aswaja-an, sharing session bersama alumni, belajar keorganisasian dengan IPNU dan IPPNU, outbound serta tak kalah penting  yakni bakti sosial.

Bakti sosial dilaksanakan di UPT Rehabilitasi Bina Laras, yang berlokasi di Jalan Kedawung Wetan, Grati, Pasuruan. Setelah tahun lalu absen mengunjungi UPT Bina Laras, MA Ma’arif Rejoso kembali mengunjungi panti rehabilitasi ini. Kunjungan kali ini MA Ma’arif Rejoso, tidak hanya sendiri namun berkolaborasi dengan MTs Sunan Ampel Arjosari, Rejoso sebagai mitra sekolah.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 18/07/2019 bersama-sama berangkat dari halaman MA Ma’arif Rejoso. Sesampainya disana para pegawai UPT Bina Laras menyambut hangat kedatangan semua warga sekolah. Pada sambutannya, Sukardi, SH, Msi,  selaku Kepala  UPT Bina Laras mengatakan “Kami berharap dapat terus bersilahturahim dan belajar bersama dengan teman-teman di Sekolah, salah satunya dengan MA Ma’arif Rejoso maupun sekolah lainnya”.

Setelah sambutan dan simbolisasi penyerahan tali asih, para siswa diajak bermain  yang dipandu langsung oleh Hanum Selaku Kabid Administrasi dan Pelayanan. Gemuruh keceriaan  siswa menggema di aula.  Di sela-sela permainan,  pegawai UPT juga memberikan penjelasan tentang penyakit psikotik pasien serta cerita singkat keseharian pasien di UPT Bina Laras.

Penyakit psikotik merupakan gangguan kejiawaan dimana terjadi ketidamampuan seseorang menilai kenyataan yang ada. Hal ini dapat  ditandai dengan halusinasi, bersikap aneh  dan lainnya, Namun penyakit ini mempunyai harapan untuk disembuhkan. Tidak hanya sampai dipenjelasan, semua warga sekolah di ajak turun lapangan menuju area binaan.

Dalam sesi ini, baik para siswa ataupun guru dapat secara langsung berkomunikasi dengan semua pasien serta didampingi oleh petugas UPT. Setiap pasien mempunyai latar belakang yang berbeda mengapa mereka sampai di tempat binaan. Beberapa faktor diantaranya mulai dari ekonomi, PHK, tekanan keluarga, perceraian hingga percintaan remaja.

Harapan kegiatan ini tentunya untuk memupuk rasa kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan sosial di masyarakat. Selain itu memberikan pembelajaran secara langsung kepada para siswa  tentang makna kehidupan sesuai dengan prinsip pembelajaran humanistik yang di utarakan oleh Imam Ghozali ataupun David Kolb. (MU)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *