iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas
iklan atas

LP Maarif NU Kabupaten Malang Usulkan Aswaja Jadi Mata Pelajaran Anti Radikalisme

340 Pembaca

TIMESINDONESIA, MALANG – LP Maarif NU Kabupaten Malang mengusulkan materi Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah) menjadi mata pelajaran Anti Radikalisme bagi para siswa, baik negeri maupun swasta. Hal itu untuk menangkal radikalisme sejak dini.

Hal itu disampaikan Ketua LP Maarif NU Kabupaten Malang, Dr Hasan Abadi, Senin (11/2/2019). Menurutnya, radikalisme yang mengarah pada kekerasan seringkali muncul karena kurangnya pemahaman atau kurangnya pengetahuan terkait bahayanya radikalisme bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara di dalam NKRI.

“Tetkait dengan hal itu, sebagai wujud nyata untuk menyemai moderasi, Wasathiyyah, antiradikalisme di Indonesia, maka perlu mata pelajaran yang bisa secara khusus membahas dan menguatkan pentingnya moderasi dan antiradikalisme di Indonesia,” katanya.

Khususnya kata Hasan, adalah dalam sikap, pikiran dan perilaku berkehidupan beragama, berbangsa dan bernegaran di Inonesia.

Mata pelajaran tersebut kata pria yang menjabat Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) itu, bisa berupa ciri khas moderasi dan antiradikalisme yang sudah diajarkan disekolah atau madrasah tertentu selama ini.

Seperti mata pelajaran Aswaja yang diajarkan dan dipraktikkan di sekolah atau Madrasah dilingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Hal itu sudah terbukti secara kongkrit kemudian dengan kuatnya sikap, pikiran, dan perilaku moderat dan anti radikalisme dilingkungan Nahdlatul Ulama,” jelas Hasan.

Pemerintah RI melalui Kemendikbud RI dan Kemenag RI katanya, bisa mengadopsi keberhasilan Nahdlatul Ulama dalam membentuk, menguatkan, dan melestarikan sikap, pikiran dan perilaku moderasi dan antiradikalisme dengan mengambil kebijakan untuk memberikan tambahan mata pelajaran Aswaja dilingkungan sekolah atau madrasah baik secara wajib, pilihan maupun ekstra.

“Atau setidaknya memberikan peluang kepada pemerintah daerah untuk bisa bebas memberikan mata pelajaran tersebut melaui Dinas atau kantor terkait,” terangnya.

LP Maarif NU Kabupaten Malang tegas Hasan, memohon kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian Agama RI, supaya mata pelajaran Aswaja, bisa masuk mata pelajaran yang bisa menjadi laporan atau evaluasi kinerja guru kelas atau guru mata pelajaran di sekolah.

“Semoga usulan dari LP Maarif NU Kabupaten Malang ini, menjadi ikhtiar bersama dalam mengarusutamakan sikap, pikiran perilaku moderat dan anti radikalisme, demi membangun harmoni dan perdamaian di NKRI,” harap Hasan.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *